WongKito

Dari Wiki WongKito

Langsung ke: navigasi, cari
Logo komunitas blogger WongKito
Logo komunitas blogger WongKito
WongKito adalah komunitas blogger daerah asal kota Palembang. Saat ini WongKito memiliki 55 anggota[1] dan diketuai oleh Ardy Hidayat.

Daftar isi

Sejarah

Kopdar pertama WongKito
Kopdar pertama WongKito
WongKito dipilih sebagai sebagai nama komunitas blogger Palembang pertama di Kota Palembang, yaitu blogger yang memiliki keterikatan erat dengan Palembang (seperti kampung halamannya di Palembang, atau lahir di Palembang). Namun, ada juga yang tinggal di luar kota atau negara lain karena kebetulan kerja, sekolah, kuliah, dan sebagainya.

Awal berdirinya WongKito bermula dari aktifitas chatting via Y!M di dunia maya oleh beberapa blogger Palembang. Kemudian mereka menggagas pertemuan di darat atau kopi darat (kopdar) pertama di Solaria Palembang Indah Mall (PIM) pada tanggal 16 Oktober 2007.[2] Hari itu, ditetapkan dan disepakati WongKito secara resmi berdiri.[3]

Tujuan

Maksud didirikannya komunitas blogger Palembang WongKito ini adalah untuk mempererat tali silahturahmi di antara para blogger yang tinggal di Palembang dan mereka yang di luar kota Palembang, tapi memiliki keterikatan dengan Palembang. Selain itu, dengan adanya komunitas ini, WongKito berharap agar dapat menjadi media informasi yang dapat mengenalkan Palembang khususnya, misalnya keragaman makanan khas daerah, tempat pariwisata, keunikan budaya, dan lainnya yang akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat luar Palembang dengan cara mengenalkan lebih dekat melalui komunitas blogger WongKito ini.

Visi

WongKito memiliki misi membangun Sumatera Selatan dengan media blog.

Asal kata

WongKito berasal dari frase "wong kito" yang dalam bahasa Palembang merupakan sebutan bagi warga yang tinggal di Palembang. Bahasa Palembang, menurut Wikipedia Indonesia, mempunyai dua tingkatan, yaitu baso Pelembang alus (halus) atau bebaso dan baso Pelembang sari-sari (sehari-hari). Baso Pelembang alus dipergunakan dalam percakapan dengan pemuka masyarakat, orang-orang tua, atau orang-orang yang dihormati, terutama dalam upacara-upacara adat.

Bahasa ini berakar pada bahasa Jawa karena raja-raja Palembang berasal dari Kerajaan Majapahit, Kerajaan Demak, dan Kerajaan Pajang. Itulah sebabnya perbendaharaan kata baso Pelembang alus banyak persamaannya dengan perbendaharaan kata dalam bahasa Jawa.[4]

Sementara itu, baso sari-sari dipergunakan oleh wong Palembang dan berakar pada bahasa Melayu. Dalam praktiknya sehari-hari, orang Palembang biasanya mencampurkan kedua bahasa ini sehingga penggunan bahasa Palembang menjadi suatu seni tersendiri.

Keanggotaan

Keanggotaan WongKito terbuka bagi blogger yang memenuhi setidaknya salah satu kriteria berikut:

  • Kelahiran atau berdarah kelahiran Palembang
  • Berdomisili di Palembang
  • Pernah berdomisili dalam waktu yang signifikan lama di Palembang
  • Memiliki hubungan emosi yang kuat dengan Palembang

Cara bergabung

Berikut adalah petunjuk umum cara bergabung dalam WongKito.

  1. Memasang badge WongKito di blog
  2. Mendaftarkan diri ke milis WongKito (wong-kito@googlegroups.com)
  3. Melakukan Pecah Telok sebagai perkenalan ke anggota WongKito lainnya

Referensi

Ini adalah halaman rintisan. Anda bisa membantu mengembangkannya atau membahas isi halaman ini di halaman pembicaraan.

Peralatan pribadi